Senin, 19 Maret 2012

Analisis Jenis Usaha


Nama usaha :  CV. Dwi Shinta (steam mobil )
Usaha ini didirikan pada tahun 2005 oleh seorang pensiunan karyawan swasta di salah satu perusahaan ternama di Jakarta. Membuka unit usaha pencucian kendaraan mungkin sudah lama menjadi keinginan serta cita-cita beliau. Di kesempatan kali ini beliau berpikir untuk menggunakan waktu luangnya untuk menjadi seorang wirausahawan bukan hanya selalu menjadi pegawai atau pun karyawan, karena menurut beliau menjadi seorang wirausahawan adalah selain untuk bekerja beliau juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi pencari pekerjaan yang membutuhkan.
Tepatnya pada tanggal 22 Juli 2005 beliau meresmikan usahanya yaitu cucian steam mobil, kebetulan di daerah tersebut hanya terdapat satu usaha cucian steam yaitu milik beliau, sehingga membuat usaha cucian steam beliau ramai di kunjungi pelanggan. selain itu, letak atau lokasi cucian mobil tersebut sangat lah strategis sehingga dapat dengan mudah ditemukan oleh para pelanggan yang membutuhkan jasa cucian mobil tersebut. Hari demi hari usaha tersebut semakin meningkat pendapatan perharinya, namun selain itu terdapat pula kendala- kendala serta kekurangan maupun kelamahan dari luar maupun dalam perusahaan. Sebagai contoh kelemahan dari luar maupun dalam perusahaan adalah :
1. Kalau musim kemarau, jarang ada yang nyuci mobil.
2. Kurangnya pasokan air pada musim kemarau.
3. Munculnya pesaing-pesaing baru akibat dari satu-satunya usaha tersebut di daerah itu.
Walaupun begitu usaha tersebut memiliki kekuatan serta keunggulan yang belum tentu perusahaan lain miliki khususnya di jenis usaha cucian mobil, antara lain :
1. Memiliki karyawan yang profesional di bidangnya.
2. Memiliki ruang tunggu yang memadai.
3. Disediakannya fasilitas tambahan seperti : kantin ( warung makan atau warung kopi ).
4. Memiliki hak paten (milik sendiri).
5. Pelayanan yang memuaskan.
6. Karena lokasinya strategis membuat pelanggan nyaman.
Peluang-peluang yang kemungkinan bisa dimanfaatkakan usaha ini adalah : apabila dalam beberapa tahun kedepan tidak ada jenis usaha yang sama di daerah tersebut maka kemungkinan besar usaha tersebut semakin berkembang dan maju pesat.
Jenis usaha ini masuk kedalam jenis usaha internal environment dimana lingkungan yang ada di perusahaan bisa dikendalikan, karena bisa dikendalikan maka dapat dimanfaatkan untuk pemasaran yaitu ; memberikan harga, karyawan, menentukan jumlah produksi, menentukan jenis produksi dan menentukan lokasi.
Terima kasih kapada pihak pihak yang telah berpartipasi dalam tulisan ini, terutama pemilik usaha cucian steam CV. Dwi Shinta.
By :
-          Ali                             ( 20211592 )
-          Berkat Kristian Zega      ( 29211191 )
-          Rainaldo Sirait              ( 25211801 )

Sabtu, 10 Maret 2012

Sistem Perekonomian Pasar Liberalis dan Sistem Ekonomi Campuran


Sistem Perekonomian Pasar Liberalis dan Sistem Ekonomi Campuran
Pengertian Sistem
Menurut Zahara Idris, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari atas komponene-komponen atau unsur – unsur sebagai sumber – sumber yang teratur tidak sekedar acak yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil.
Menurut J.C. Hinggins, sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
Menurut L. James Havery, sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Secara garis besar sistem adalah kesatuan dari beberapa unsur yang memiliki tujuan yang sama,dan saling menopang antar unsur yg satu dgn yang lain agar tujuan dapat tercapai.
Pengertian Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Macam- Macam Sistem Perekonomian
1.Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini adalah sistem yang diterapkan oleh masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ini nilai- nilai yang terdapat di masyarakat sangatlah kuat pengaruhnya.namun saat ini sistem ekonomi ini tidak lagi dapat digunakan untuk menjawab persoalan perekonomian saat ini yang semakin kompleks.
Ciri – ciri
a) aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan;
b) kehidupan masyarakatnya sangat sederhana;
c) kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan;
d) teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana.
2.Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi ini adalah sitem ekonomi yang semua kegiatan ekonomi didominasi oleh pemerintah. Tokoh yang mempopulerkan sistem ekonomi ini adalah Karl Marx. Dalam sistem ekonomi komando, semua kegiatan ekonomi diatur dan direncanakan oleh pemerintah. Pihak swasta tidak memiliki kewenangan dalam kegiatan perekonomian. Semua permasalahan perekonomian yang meliputi what, how, dan for whom semuanya dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat sehingga semua alat produksi dikuasai oleh pemerintah. Sistem ekonomi komando banyak dianut oleh negara-negara di Eropa Timur dan Cina.
Ciri – ciri :
a) semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat;
b) kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara;
c) semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak swasta tidak diakui.
3.Sistem Perekonomian Liberalis
Sistem perekonomian ini adalah sistem yang memberikan kebebasan atas pengolahan dan pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara individu tanpa campur tangan pemerintah. Tokoh yang memperkenalkan sistem ini adalah Adam Smith. Sistem ekonomi pasar banyak dianut oleh negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Ciri –ciri :
a) setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi;
b) perekonomian diatur oleh mekanisme pasar;
c) peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi;
d) peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil;
e) hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara.
4.Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ini adalah sistem alternarif dari sistem liberalis dan sosialis.sistem ini mengambil kelebihan dari kedua sistem ekonomi tersebut.
Ciri – ciri :
a) hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah;
b) kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya;
c) kepentingan umum lebih diutamakan;
d) campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Dalam era globalisasi ini sistem ekonomi yang paling banyak dipakai adalah sistem ekonomi liberalis dan kapitali. Walaupun ada yang menggunakan sistem campuran tetapi lebih condong kepada salah satu sistem.

Sumber :
1.http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf
2.http://gatrickflash.wordpress.com/2012/03/23/perbedaan-sistem-perekonomian-liberal-campuran/
3.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian


Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru


Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
Pengertian Sistem
Menurut Zahara Idris, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari atas komponene-komponen atau unsur – unsur sebagai sumber – sumber yang teratur tidak sekedar acak yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil.
Menurut J.C. Hinggins, sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
Menurut L. James Havery, sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Secara garis besar sistem adalah kesatuan dari beberapa unsur yang memiliki tujuan yang sama,dan saling menopang antar unsur yg satu dgn yang lain agar tujuan dapat tercapai.
Pengertian Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Sejarah Perkembangan Sistem Perkonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia Pada Masa Penjajahan
Masa Pendudukan Belanda
Pada masa penjajahan indonesia menerapkan sistem perekonomian monopolis.dimana setiap kegiatan perekonomian dijalankan desuai penguasa perdaganngan Indonesia saat itu. VOC adalah lembaga yang menguasai perdagangan Indonesia saat itu. Pada masa VOC berkuasa mereka nerap kan peraturan dan strategi agar mereka tetep menguasai perekonomian Indonesia. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia.
Dengan memonopoli rempah-rempah, diharapkan VOC akan menambah isi kas negri Belanda, dan dengan begitu akan meningkatkan pamor dan kekayaan Belanda. Disamping itu juga diterapkan Preangerstelstel, yaitu kewajiban menanam tanaman kopi bagi penduduk Priangan. Bahkan ekspor kopi di masa itu mencapai 85.300 metrik ton, melebihi ekspor cengkeh yang Cuma 1.050 metrik ton.
Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
a.Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro.
b.Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar.
c.Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri.
d.Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas defisit.
Masa Pendudukan Inggris
Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Sistem ini sudah berhasil di India, dan Thomas Stamford Raffles mengira sistem ini akan berhasil juga di Hindia Belanda. Selain itu, dengan landrent, maka penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah.
Akan tetapi, perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris yang Cuma seumur jagung di Hindia Belanda. Sebab-sebabnya antara lain :
a.Masyarakat Hindia Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas tanah yang kena pajak.
b.Pegawai pengukur tanah dari Inggris sendiri jumlahnya terlalu sedikit.
c.Kebijakan ini kurang didukung raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan secara turun-temurun.
Masa Cultuurstelsel
Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia. Sejak saat itu, diperintahkan pembudidayaan produk-produk selain kopi dan rempah-rempah, yaitu gula, nila, tembakau, teh, kina, karet, kelapa sawit, dll. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tapi amat menguntungkan bagi Belanda, apalagi dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli ekspor). Setelah penerapan kedua sistem ini, seluruh kerugian akibat perang dengan Napoleon di Belanda langsung tergantikan berkali lipat.
Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka memperkenalkan penggunaan uang pada masyarakat pribumi. Masyarakat diwajibkan menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual hasilnya ke gudang-gudang pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Cultuurstelstel melibatkan para bangsawan dalam pengumpulannya, antara lain dengan memanfaatkan tatanan politik Mataram–yaitu kewajiban rakyat untuk melakukan berbagai tugas dengan tidak mendapat imbalan–dan memotivasi para pejabat Belanda dengan cultuurprocenten (imbalan yang akan diterima sesuai dengan hasil produksi yang masuk gudang).
Bagi masyarakat pribumi, sudah tentu cultuurstelstel amat memeras keringat dan darah mereka, apalagi aturan kerja rodi juga masih diberlakukan. Namun segi positifnya adalah, mereka mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, dan masuknya ekonomi uang di pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup mereka. Bagi pemerintah Belanda, ini berarti bahwa masyarakat sudah bisa menyerap barang-barang impor yang mereka datangkan ke Hindia Belanda. Dan ini juga merubah cara hidup masyarakat pedesaan menjadi lebih komersial, tercermin dari meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi nonagraris.
Jelasnya, dengan menerapkan cultuurstelstel, pemerintah Belanda membuktikan teori sewa tanah dari mazhab klasik, yaitu bahwa sewa tanah timbul dari keterbatasan kesuburan tanah. Namun disini, pemerintah Belanda hanya menerima sewanya saja, tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk menggarap tanah yang kian lama kian besar. Biaya yang kian besar itu meningkatkan penderitaan rakyat, sesuai teori nilai lebih (Karl Marx), bahwa nilai leih ini meningkatkan kesejahteraan Belanda sebagai kapitalis.
Sistem Ekonomi Pintu Terbuka
Adanya dorongan dari kaum humanis belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi ke arah yang lebih baik, mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah kebijakan ekonominya. Dibuatlah peraturan-peraturan agraria yang baru, yang antara lain mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun, dan aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh. Hal ini nampaknya juga masih tak lepas dari teori-teori mazhab klasik, antara lain terlihat pada :
a.Keberadaan pemerintah Hindia Belanda sebagai tuan tanah, pihak swasta yang mengelola perkebunan swasta sebagai golongan kapitalis, dan masyarakat pribumi sebagai buruh penggarap tanah.
b.Prinsip keuntungan absolut : Bila di suatu tempat harga barang berada diatas ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan, maka pengusaha memperoleh laba yang besar dan mendorong mengalirnya faktor produksi ke tempat tersebut.
c.Laissez faire laissez passer, perekonomian diserahkan pada pihak swasta, walau jelas, pemerintah Belanda masih memegang peran yang besar sebagai penjajah yang sesungguhnya.
Pada akhirnya, sistem ini bukannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi, tapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang pada umumnya tidak diperlakukan layak.


Masa pendudukan Jepang
Pemerintah militer Jepang menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Sebagai akibatnya, terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet, sehingga terjadi kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan impor.
Seperti ini lah sistem sosialis ala bala tentara Dai Nippon. Segala hal diatur oleh pusat guna mencapai kesejahteraan bersama yang diharapkan akan tercapai seusai memenangkan perang Pasifik.
Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Lama
Pada masa awal kemerdekaan perekonomian Indonesia amatlah buruk antara lain disebabkan oleh inflasi yang sangat tinggi karena pada saat itu indonesia menggunakan 4 mata uang, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat hargapenyebab lain adalah adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI,kosongnyakas negara akibat penjajahan,eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Perekonomian Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal
Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
a)Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
b)Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.
Perekonomian Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Sekali lagi, ini juga salahsatu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, ekonomi, maupun bidang-bidang lain. Sehingga pada masa itu sistem yang dipergunakan masih belum cukup efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,malah memunculkan beberapa masalah baru.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf



Selasa, 31 Januari 2012

Menjadi Mahasiswa Jurusan Akuntansi


Menjadi Mahasiswa Jurusan Akuntansi
Mengapa memilih akuntansi ? gampang aja buat saya untuk menjawab pertanyaan itu, kalo menurut saya sih akuntansi itu enak buat dimengerti dan dipelajarin meskipun saya sebenarnya bukan dari jurusan IPS atau anak SMK sebelumnya pas SMA. Alasan saya memilih jurusan akuntansi sih lebih dikarenakan saya merasa tertantang bukan karena minat atau suruhan dari kedua orang tua saya, saya merasa tertantang karena di dalam pikiran saya semua orang pasti bisa asal ada niat atau harapan. Pertama kali saya belajar akuntansi menurut saya pelajarannya menarik buat dipelajarin walaupun pada awalnya saya gak ngerti sama yang namanya modal, hutang, persekot, dll. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya lama kelamaan bisa ngerti juga walaupun gak pinter pinter amat hahah... Kalo menurut saya sih, mau jurusan apa aja yang kita pilih asal ada niat, harapan sama rasa percaya diri pasti kita bisa kok menjalaninya. Apalagi kalo kita udah dibekalin sama ilmu ilmu yang cukup pasti kita bisa jadi orang yang sukses, iya gak coy ??.
Aktivitas- aktivitas di kampus juga bisa mendukung rasa semangat belajar kita, gak percaya ?? banyak aktivitas di kampus yang menurut saya sangat berguna buat kita, contohnya kaya UKM, BEM, dll. Sebenernya kegiatan tersebut sangat membantu mahasiswa buat mencoba atau ngerasain yang namanya berorganisasi itu gimana atau caranya bersosialisasi di masyarakat kampus bahkan bersosialisasi di masyarakat luas itu gimana. Menurut saya aktivitas dikampus saya sih lumayan bagus tapi sayanya aja yang males ikut begituan soalnya jadwal saya padet merayap, macem artis aje hahah... ane bingung mao ngomong apalagi tapi yang pasti kita mesti ikut berpartisipasi dalam segala hal kegiatan kampus kita sendiri, kalo bukan kita yang mengikutinya siapa lagi ?? macem demo aje sekarang omongan gw hahah....
Bagi kalian semua yang tidak mengikuti kegiatan di kampus kalian sendiri, menurut saya kalian semua rugi besar soalnya kalian sudah bayar mahal- mahal masa gak dimanfaatin uang sama kegunaanya, kasian orang tua kalian udah bayar mahal tapi anaknya cuma numpang lewat doang di kampus hahah kok gw jadi sok tau gini yak, maaf sodara- sodara hahaha... Yang pasti kita semua harus memanfaatkan fasilitas- fasilitas dan segala benefits dari kampus kita sendiri, soalnya rugi kalo gak dimanfaatin coy, sama menurut perkataan saya yang tadi bukannya saya sok tau ya tapi emang kenyataanya seperti itu coy. Saya harap kata- kata saya ini bisa membuat anda termotivasi ya hahah semoga kalian semua mau ikut berpartisipasi di dalam segala hal maupun jenis organisasi si kampus kalian, oke..
Meskipun organisasi atau kegiatan- kegiatan di kampus itu banyak banget tapi menurut saya pasti kesulitan- kesulitan yang dihadapi mahasiswa itu banyak. Mulai dari susah bergaul sama temen, lingkungan sekitar atau kampus, dll. Tapi kalo untuk saya pribadi sih banyak banget kesulitan yang saya hadapi di kampus, tapi bukan masalah gak bisa menyesuaikan diri sama lingkungan kampus atau temen melainkan sama pelajaran dan tugas- tugasnya. Soalnya tugas- tugas yang diberikan di kampus itu lebih susah dari waktu saya masih di bangku SMA karena bukan hanya dari jenis tugasnya yang susah tapi juga dikarenakan materi sama tenggang waktu yang harus kita kejar pas ngumpulin tugas tersebut. Kadang ada dosen yang ngasih waktu sebulan, seminggu, sehari, malah ada aja dosen yang ngasih tugas tuh hari itu juga harus selesai padahal tugas buat hari itu bukan cuma mata kuliah itu doang, pokoknya banyak hal lah yang menurut saya tuh sulit semenjak saya kuliah.
Padahal saya sebenarnya punya banyak banget obsesi- obsesi pas saya jadi mahasiswa, kayanya enak aja jadi mahasiswa, bisa bebas klo menurut saya sih hahah. Tapi bukan cuma obsesi pas masa kuliah doang, saya juga punya banyak obsesi- obsesi ketika saya lulus dari kuliah nanti, diantaranya :
1.      Pengen lulus tepat waktu ( 4 tahun )
2.      Pengen lulus atau jadi sarjana yang sesuai dengan kemampuan
3.      Pengen jadi Akuntan yang bergaji besar
4.      Pengen memberantas korupsi di negara kita ini
5.      Pengen membahagiakan orang tua sih pada intinya
Menurut saya cuma segini doang yang bisa saya tulis atau saya bagi menurut pengalaman yang saya alami selama ini. Saya harap tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Amin.....









BAB 8 - Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)


BAB 8 Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
TUGAS 1
 A.PENGERTIAN AMDAL
       Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah sebelum suatu investasi  atau usaha di jalankan. Dampak yang timbul ada yang langsung memengeruhi pada saat kegiatan usaha/proyek dilakukan sekarang atau baru terlihat beberapa waktu kemudian dimasa yang akan datang.Dampak lingkungan hidup yang terjadi adalahberubahnya suatu lingkungan dari bentuk aslinya seperti perubahan fisik kimia,biologi,atau sosial yang mana perubahan lingkungan ini jika tidak diantipasi dari awal akan merusak tatanan yang sudah ada,baik terhadap fauna,flora,maupun manusia itu sendiri.
     Oleh karna itu,sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan maka sebaiknya dilakukan  terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang bakal timbul,baik dampak sekarang maupun yang akan mendatang.studi inilah yang kita kenal dengan nama Analisis Dampak Lingkungan Hidup(AMDAL).
AMDAL secara khusus adalah meliputi dampak lingkungan disekitarnya,baik didalam usaha atau proyek manapun diluar  suatu proyek yang akan dijalankan.
    
B.DAMPAK YANG TIMBULKAN
            AMDAL merupakan salah satu bagian dari aspek studi kelayakan bisnis.artinya untuk melakukan suatu kegiatan usaha atau bisnis atau proyek sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi yang akan mengubah lingkungan hidup.
     Adapun komponen-komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya,antara lain:
1.            Hutan lindung,hutan konservasi,dan cagar biosfer
2.            Sumber daya manusia
3.            Keanekaragaman hayati
4.            Kualitas udara
5.            Warisan alam dan Warisan budaya.
6.            Kenyamanan lingkungn hidup
7.            Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup.
Komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat disekitar suatu rencana usaha/kegiatan  seperti antara lain:
1.            Kepemilikan dan penguasa lahan.
2.            Kesempatan kerja dan usaha.
3.            Taraf hidup masyarakat.
4.            Kesehatan masyarakat.
     Dampak negatif yang mungkin akan timbul,jika tidak dilkukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut:
1.            Terhadap tanah dan kehutanan
2.            Terhadap air
3.            Terhadap udara
4.            Terhadap manusia
     Dampak yang akan timbul perlu dcarikan alternatif  penyelesaiannya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.            Terhadap tanah
2.            Terhadap air
3.            Terhadap udara
4.            Terhadap karyawan
5.            Terhadap masyarakat sekitarnya.

C.TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL
            Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha/kegiatan  untuk mencapai tujuan penyusunan AMDAL harus didasarkan atau sesuai dengan pedoman penyusunan studi AMDAL.
        Hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi semua rencana usaha dan kegiatan yang akan dlaksanakan.
2. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.
3. Memprakirakan dan mengevaliasikan rencana usaha dan kegiatan usaha terhadap lingkungan hidup.
4. Merumuskan RKL dan RPL.

Kegunaan dilaksanakan studi AMDAL adalah:

1. Sebagai bahan bagi perencanaan danpengelola usaha pembangunan wilayah.
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup.
3. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
4. Memberi  informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha.

D. RONA LINGKUNGAN HIDUP
            Sasaran utama dari AMDAL adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup atau untuk menjaga lingkungan hidup dari segala bentuk perusakan,pencemaran atau merugikan kelestarian lingkungan hidup itu sendiri.
            Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk ukuran tujuan sasaran dan sebagainya.karena kemungkinan timbulnya dampak lingkungan hidup bebeda-beda sesuai dengan  rona lingkungan yang ada.
            Hal-hal yang perlu dicermati rona lingkunan hidup sebagai berikut:
1. Wilayah studi usaha dan/atau kegiatan yang memiliki arti ekonomi dan arti ekologis.
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada diwilayah studi rencana usaha/kegiatan.

Fisik Kimia
         Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Iklim,kualitas udara,dan kebisingan
2. Fisiografi
3. Hidrologi
4. Hidrooseanografi
5. Ruang,lahan,dan tanah



Biologi
           Komponen Biologi yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Flora
2. Fauna

Sosial
          Komponen Sosial yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Demografi
2. Ekonomi
3. Budaya
4. Kesehatan masyarakat

E. PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING
            Dampak besar dan penting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL hendaknya  dimuat hal-hal sebagai berikut:
Prakiraan secara dampak usaha dan /atau kegiatan pada saat prakontruksi terhadap lingkungan hidup.
1. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup yang diprakirakan bagi masyarakat diwilayah studi    rencana usaha dan/atau kegiatan dengan memacu pada pedoman penentuan dampak besar dan penting.
2. Dalam melakukan telaah butir 1 dan 2 tersebut diperhatikan dampak yang bersifat langsung/atau tidak  langsung.
3. Mekanisme aliran dampak pada berbagai komponen lingkungan berikut:
a. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada komponen sosial.
b. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada komponen fisik kimia kemudian  menimbulkan dampak komponen biologi dan sosial.
c. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada komponen biologi kemudian menimbulkan dampak lanjutan pada komponen sosial.
d. Kegiatan yang menimbulkan dampak penting yang bersifat langsung pada aspek fisik kimia dan dampak pada komponen sosial.
e. Dampak penting berlangsung saling berantai di antara komponen sosial itu sendri.
f. Dampak penting pada butir a,b,c,d dan e yang telah diutarakan pada dampak balik pada rencana usaha/kegiatan.
4. Mengingat usaha /kegiatan masih berada pada tahap pemilihan alternatif usaha/kegiatan
5. Dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode-metode formal   secara matematis.

F. EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING
        Hasil evaluasi mengenai hasil telaahan dampak besar dan penting dari rencana usaha/kegiatan menjadi  masukan bagi instansi yang bertanggung  jawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari renacana usaha/kegiatan.
1. Telaahan terhadap dampak besar dan penting
2. Telaahan sebagai dasar pengelolaan.


G.  RUANG LINGKUP STUDI DAN METODE ANALISIS DATA
Ruang lingkup studi meliputi dampak besar  penting yang telaah yakni:
1. Rencana usaha/kegiatan penyebab dampak komponen langsung yang ditimbulkan.
2. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan dengan komponen langsung yang ditimbulkan.
3. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan hidup.
4. Aspek-aspek yang diteliti sebagaimana pada butir-butir 1,2,3,4 untuk mengacu pada hasil pelingkupan dari kerangka acuan untuk AMDAL.
Identitas pemrakarsa dan penyusun AMDAL
            Identitas pemprakarsa dan penyusun AMDAL terdiri:
1. Pemprakarsa:
a. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan
b. Nama dan alamat lengkap  penanggung jawab pelaksanaan rencana usaha/kegiatan.

2. Penyusun AMDAL
a. Nama dan alamat lengkap lembaga/perusahaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukan.
b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab penusun AMDAL.

Wilayah studi
            Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam kerangka acuan untuk AMDAL yang digambarkan pada peta dengan skala yang memadai.

Pelingkupan Wilayah Studi
            Penetapan lingkup wilayah studi dimaksudkan untuk membatasi wilayah studi AMDAL sesuai hasil  pelingkupan dampak besar dan penting dengan keterbatasan dan sumber daya yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan batas-batas ruang,sebagai berikut:
1. Batas proyek
2. Batas ekologis
3. Batas sosial
4. Batas  administratif
5. Batas ruang lingkup studi AMDAL

Metode Pengumpulan dan Analisis Data
            Studi AMDAL  dapat berjalan sesuai dengan alur dan pedoman yang telah ditetapkan sehingga akan  menghasilkan studi yang sahih dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
            Perlunya dilakukanmetoda pengumpulan dan analisis data yang ilmiah dengan pertimbangan mengingat studi AMDAL atas dampak besar dan penting usaha/kegiatan terhadap lingkungan hidup.
1. Jenis data yang dikumpulkan adalag data primer maupun sekunder bersifat sahih.
2. Metode pengumpulan data berbagai komponen lingkungan hidup yang diteliti.
3. Pengumpulan data dan informasi untuk demografi sosial ekonomi dan sosial budaya.
    


 
H. SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL
            Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) perlu disusun secara sistematika sehingga dapat:
1. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan.
2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat dan mudah disarikan isinya pemuatan dalam media yang selama menyusun AMDAL.
3. Memuat uraian singkat tentang:
a. Rencana usaha/kegiatan dengan berbagai kemungkinan dampak besar dan pentingnya pada tahap prakonstruksi.
b. Keterangan mengenai kemungkinan adanya kesenjangan data informasi.
c. Hal ini yang dipandang sangat perlu untuk melengkapi ringkasan.

I. KEGUNAAN DAN KEPERLUAN RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
            Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha/kegiatan harus dilakukan baik ditinjau dari segi  kepentingan pemprakarsa maupun dari segi program pembangunan.
1. Penentuan batas-batas lahan yang langsungg akan digunakan oleh rencana usaha/kegiatan.
2. Hubungan antara lokasi rencana usha/kegiatan dengan jarak dan tersedianya sumber daya air dan energi.
3. Alternatif usaha/kegiatan berdasarkan hasil studi kelayakan.
4. Tata letak usaha/kegiatan dilengkapi dengan peta.
5. Tata pelaksanaan usaha dan atau kegiatan tahap prakonstruksi.
a. Tahap prakonstruksi/ persiapan
b. Tahap konstruksi
c.Tahap operasi
d. Tahap pasca operasi